Logo Desa

Saroka

Saronggi • Sumenep • Jawa Timur

Identitas Desa

Nama DesaSaroka
Kepala DesaADIFATUR RAHMAN, S.Sos.
KecamatanSaronggi
KabupatenSumenep
ProvinsiJawa Timur
Kode Pos69467
Telepon082331043821
EmailSarokaterdepan@gmail.com
Websitedesa_saroka.com

Alamat Lengkap

Dusun Paddeg RT.006 RW.002 Desa Saroka

Data Statistik Desa

2229 Jiwa
Jumlah Penduduk
882 KK
Kepala Keluarga
1560 H
Luas Wilayah
4 Dusun
Jumlah Dusun
15/4
RT / RW

APBDES

Rp 1.010.190.000

Total Anggaran

Pendapatan Desa Rp 1.000.000.000
Belanja Desa Rp 10.000.000
Pembiayaan Rp 190.000
SilPA Rp 2.000.000

Visi Desa

Mengabdi Pada Masyarakat dan bersama masyarakat meningkatkan pembangunan desa yang berkeadilan dan berkesinambungan secara merata, untuk kemajuan dan perubahan desa saroka menjadi lebih baik dan berkualitas dengan beriman dan bertaqwa kepada Allah swt.

Misi Desa

1. Melanjutkan pembangunan desa di bidang infrastruktur dengan semangat meningkatkan kualitas pembangunan dari yang kurang baik menjadi lebih baik
2. Pemerataan pembangunan infrastruktur di semua dusun di Saroka secara berkeadilan.

Sambutan Kepala Desa

**SAMBUTAN KEPALA DESA SAROKA**

**Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,**

Salam sejahtera bagi kita semua.

Yang saya hormati para tokoh masyarakat, tokoh agama, perangkat desa, anggota BPD, para tamu undangan, serta seluruh masyarakat Desa Saroka yang saya banggakan.

Puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas limpahan rahmat dan karunia-Nya, kita semua dapat berkumpul pada kesempatan yang berbahagia ini dalam keadaan sehat dan penuh semangat.

Atas nama Pemerintah Desa Saroka, saya mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah meluangkan waktu untuk hadir serta memberikan dukungan demi terselenggaranya kegiatan ini. Kehadiran Bapak, Ibu, dan Saudara sekalian merupakan wujud nyata kepedulian dan kebersamaan dalam membangun Desa Saroka.

Melalui kegiatan ini, saya berharap kita dapat semakin mempererat tali silaturahmi, meningkatkan semangat gotong royong, serta memperkuat kerja sama antara pemerintah desa dan seluruh elemen masyarakat. Dengan persatuan dan kebersamaan, saya yakin berbagai tantangan dapat kita hadapi, dan berbagai program pembangunan desa dapat berjalan dengan baik demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Saya juga mengajak seluruh masyarakat Desa Saroka untuk terus menjaga keamanan, ketertiban, kerukunan, serta melestarikan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang menjadi identitas serta kebanggaan desa kita.

Akhir kata, saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan ini. Semoga segala upaya yang kita lakukan mendapat ridha dan berkah dari Tuhan Yang Maha Esa serta membawa manfaat bagi kemajuan Desa Saroka.

**Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.**

Sejarah Desa

Sebelum menjadi salah satu desa diwilayah administratif Kecamatan Saronggi, Desa Saroka memiliki cerita yang panjang. Cerita ini merupakan cerita secara turun temurun dari para leluhur masyarakat desa Saroka. Cerita ini bermula dari kali Saroka atau sungai Saroka yang mengalir di sepanjang Desa Saroka. Konon, sungai yang bermuara ke laut jawa ini merupakan tempat berlalu lalang masyarakat. Segala aktivitas dilakukan diatas perahu. Mulai dari mencari ikan, menjual belikan bahan makanan, hingga ketika ingin menuju ke suatu tempat juga melalui jalur sungai. Suatu hari, terdapat dua nelayan yang sedang pergi untuk mencari ikan. Sebab arus yang terlalu deras, perahu mereka turut terbawa. Perahu mereka bertabrakan. Tidak dapat dihindari, adu mulut diantara keduanya pun terjadi. Kejadian tersebut di beri nama tasarok dha’ dhika atau jika dalam Bahasa Indonesia ialah terbenturnya dua perahu. Kemudian, hal tersebut di singkat menjadi Saroka. Sepanjang aliran sungai yang berawal dari pertemuan dua perahu tersebut di sebut Kali Saroka. Sedangkan pemukiman yang berada di sepanjang arus sungai
disebut Desa Saroka. Secara histori birokrasi Desa Saroka pertama kali di pimpin oleh Agung Sajidin, tidak diketahui secara pasti kapan agung sajidin mulai menjabat menjadi kepala desa. Tetapi masa jabatan agung sajidin ditandai dengan adanya batu ampar dan pembangunan sumur yang berada di dusun
Temor Leke. Sumur itu dikenal sebagai sumber kekuatan atau pegangan masyarakat Desa Saroka hingga saat ini. Setelah Agung Sajidin lengser menjadi kepala desa, kepemimpinan dilanjutkan oleh Juju Bi’ullah yang juga merupakan putra dari Agung Sajidin. Pada periode ini juga tidak diketahui tahun berapa.
Kemudian, kepala desa ketiga ialah Kaedanafi yang juga merupakan putra dari Juju Bi’ullah dan cucu dari Agung Sajidin. Setelah selesai masa jabatan, kepala desa digantikan oleh Wongsonegoro putra dari Kaedanafi. Sistem kepemimpinan secara monarki ini terputus setelah kepala desa kelima adalah Juha. Ia bukan berasal dari keturunan Agung Sajidin. Sayangnya, kepemimpinan Juha hanya berlangsung 6 bulan. Hal tersebut dikarenakan kematian Juha yang konon katanya sebab diguna-guna. Selanjutnya, kepala desa dijabat kembali oleh Wongsonegoro. Tetapi karena usia yang semakin tua, fisiknya juga tidak sekuat dulu. Maka, Wongsonegoro diganti dengan penanggung jawab sementara yakni Abd. Rafi’ hingga tahun 1984. Pada tahun 1984 hingga 2003 Desa Saroka dipimpin oleh Idi Suparto, pada masa tersebut belum tercantum peraturan jabatan hanya 5 tahun. Peraturan tersebut muncul ketika masa jabatan Bambang Sutejo yang menjabat mulai tahun 2003 hingga 2008. Selanjutnya, pada tahun 20082014 dipimpin oleh Moh. Amir. Dan tahun 2014 hingga saat ini dipimpin oleh Yudho Amujahid yang juga masih merupakan anak dari Idi Suparto.

Lokasi & Peta Desa